~INGREDIENTS
Pohon kluwak
Pohon kluwak ini asli vegetasi dari Indonesia, loh. Namun, kini telah menyebar hingga kawasan Asia Tenggara, bahkan hingga Eropa. Orang-orang Eropa menyebut kluwak dengan sebutan false durian karena bau buah ini sangat menyengat menusuk hidung. Bau yang menyengat ini ternyata disebabkan oleh kandungannya yang bernama hydrocyanicacid. Mereka juga biasanya menyebut kluwak ini dengan sebutan football fruit atau american football karena bentuk buahnya memang mirip seperti bola, meski beberapa ada yang lonjong mirip pepaya dengan bagian pangkal dan ujung yang meruncing. Buah ini berwarna kecoklatan dengan permukaan berbulu.
Ukuran buah kluwak ini kurang lebih 30×20 cm. Daging buah kluwak berwarna putih dan lunak bila dipegang. Di dalam buah ini terdapat biji-biji kluwak yang berbentuk unik. Tekstur biji kluwak, yakni bertempurung keras berwarna cokelat kehitaman dengan asimetris 3 x 4 cm. Nah, yang sering digunakan sebagai bumbu masakan adalah daging dari biji kluwak. Karena tempurung bijinya sangat keras, kita perlu memukulnya dengan martil agar daging biji kluwak bisa kita gunakan.
Kluwak
Di balik bentuk kluwak yang unik ini, ternyata banyak loh kandungan yang dimilikinya, antara lain vitamin C, ion besi, betakaroten, asam hidnokarpat, asam glorat, tanin, dan asam sianida berkonsentrasi tinggi. Memang, buah kluwak ini beracun bila asam sianida yang berkonsentrasi tinggi tersebut tidak dihilangkan. Untuk itu, tidak disarankan mengonsumsi biji kluwak secara mentah. Efek sampingnya bisa mabuk dan muntah-muntah. Biji kluwak yang beracun biasanya sering dipakai sebagai racun untuk mata panah.
Bagaimana cara menghilangkan racun tersebut agar tidak membahayakan tubuh? Cara pertama, setelah biji-biji kluwak dipisahkan dari daging buahnya, biji-biji kluwak biasanya direndam di sungai selama 10-14 hari, lalu dipanggang atau dibakar. Cara kedua, yakni dengan merendamnya terlebih dahulu dan direbus, setelah biji tersebut dingin, galilah lubang tanah! Masukkan biji-biji tersebut ke dalam lubang! Tutup tanah menggunakan daun pisang selama 40 hari. Keluarkan dan bersihkan!
Sementara cara ketiga, yakni rebuslah biji-biji kluwak selama 1 jam dan keringkan! Ambillah sebuah wadah tertutup dan masukkan abu sekam ke dasar wadah! Masukkan biji-biji kluwak dan timbun lagi dengan abu sekam hingga seluruh permukaan tertutup abu! Diamkan selama 15 hari dan bersihkan. Kluwek siap digunakan. Daging biji kluwak yang beracun berwarna putih, namun setelah asam sianidanya dihilangkan dengan cara-cara tadi, daging bijinya berubah menjadi kehitaman.
NUTMEG
http://www.kerjanya.net/faq/18162-pala.html
3.Manfaat Jamur
http://www.kerjanya.net/faq/18162-pala.html
Pala Adalah
Pala adalah jenis rempah-rempah berharga tinggi yang digunakan di seluruh dunia. Pala atau dikenal dengan nama nutmeg dalam Bahasa Inggris didapat dari gilingan biji buah pala. Memang buah pala yang dimanfaatkan hanya bijinya. Pala digunakan untuk menambah rasa pedas dan berempah dalam masakan atau minuman. Pala banyak dihasilkan di daerah Maluku terutama di Halmahera. Pala merupakan komoditas rempah-rempah yang diekspor ke Eropa. Pala mampu membantu menghangatkan tubuh dan membuat sedap masakan. Pala berbentuk bulat dan keras serta berwarna kehitaman. Pala dapat bertahan lama dalam keadaan kering sehingga bumbu ini merupakan item wajib di dapur ibu-ibu nusantara. Pala dapat disimpan kering atau dijadikan bubuk.
Fungsi
Pala mengandung zat kalsium dan magnesium yang bagus untuk perkembangan tulang dan membantu menjaga kesehatan organ-organ tubuh. Pala berfungsi sebagai penghangat tubuh dan menjaga metabolisme serta membantu proses detoksifikasi alami. Saat ini, pala juga sedang diteliti dan dikembangkan sebagai penghambat sel kanker darah karena mengandung semacam minyak esensial. Pala juga baik untuk kesehatan kulit dan menjaga sirkulasi darah.
Untuk urusan kuliner, pala tidak perlu dipertanyakan lagi. Pala terbukti menambah aroma dan rasa rempah yang kuat dalam masakan. Contoh masakan menggunakan pala adalah bakso, sop, rolade, patty, dan sebagainya. Pala juga terkadang digunakan untuk menghangatkan tubuh dengan ditambahkan dalam minuman hangat berempah. Pala berkhasiat pula untuk menghilangkan bau tidak sedap dalam bahan masakan misalnya ikan.
Cara Mengolah
Pala bisa disimpan di dalam toples tertutup atau wadah terbuka dalam waktu lama bahkan bertahun-tahun. Pala sebaiknya disimpan dalam kondisi kering berbentuk utuh atau gilingan bubuk. Pala juga bisa disimpan bersama dengan buahnya namun biasanya tidak terlalu tahan lama.
Menggunakan pala dalam masakan juga cukup mudah. Pala hanya perlu ditumbuk atau diparut lalu digiling kembali bersama bumbu halus lainnya. Cara lainnya adalah menyimpan pala bubuk dan menaburkan dalam masakan. Dengan begitu, pala lebih mudah tercampur di dalam masakan. Untuk minuman, pala bisa ditambahkan dalam kondisi sudah digiling halus atau bubuk.
JAMUR
1.Sejarah Mushrooms/Jamur
Jamur mulai dikenal sebagai bahan pangan sejak 3.000 tahun lalu. Saat itu, jamur digunakan sebagai hidangan populer bagi para raja di Mesir. Masyarakat umum pada masa itu dilarang mengonsumsi jamur karena ketersediaannya masih terbatas.Berkat kelezatannya, jamur tiram diabadikan dalam bentuk relief di salah satu bagian gereja Prague Castle di Saint Vitus Cathedral di kota Praha. Relief ini dibuat tahun 925 SM, bercerita mengenai ratu pertama yang menganut agama Nasrani. Keluarga kerajaan merayakannya dengan menikmati kelezatan hidangan jamur tiram.
Jamur juga dikonsumsi untuk pengobatan herbal bagi para raja dan bangsawan di negeri Cina pada masa Dinasti Shu atau sekitar 2.400 tahun lalu. Jamur yang digunakan saat itu adalah jamur ling zhi. Selain jamur ling zhi, jamur kuping juga sudah dimanfaatkan sebagai bahan obat herbal.Beberapa bangsa di dunia seperti Yunani, Rusia, dan Meksiko percaya bahwa mengonsumsi jamur dapat memberikan kekuatan super. Jamur yang mereka konsumsi umumnya diperoleh dari kayu-kayu lapuk saat pergantian musim.
Masyarakat Cina sejak 200—300 tahun lalu merupakan pelopor budi daya jamur konsumsi dan jamur yang berkhasiat obat. Budi daya jamur kemudian berkembang ke Korea, Myanmar, Jepang, Taiwan, Vietnam, Indonesia, dan Malaysia. Budi daya jamur merang di Cina sudah dimulai sebelum abad ke-18. Jamur merang diintroduksi ke Filipina, Malaysia, dan negara Asia Tenggara lainnya oleh pedagang Cina sekitar tahun 1932—1935.Perancis menjadi pelopor budi daya jamur kancing (champignon) pada awal abad ke-20 dengan menggunakan teknologi mutakhir, disusul Cina, Taiwan, Vietnam, dan Filipina. Pada saat itu budi daya jamur tiram sudah populer di Cina, meskipun produk yang dihasilkan belum dalam jumlah besar. Budi daya jamur tiram juga berkembang di Jepang, Filipina, Taiwan, Malaysia, dan Singapura.
Jamur shiitake merupakan jenis jamur yang sangat populer di Cina. Jamur ini mulai dibudidayakan sejak zaman Dinasti Ming (1368—1664 SM). Pada masa itu, jamur tersebut dipercaya sebagai makanan yang dapat menurunkan kadar gula darah dan kolesterol, serta menghambat pertumbuhan sel kanker.Itulah sebabnya shiitake banyak diolah menjadi pil, kapsul, dan serbuk. Bagian shiitake yang dianggap paling berkhasiat adalah tudung dan pangkal batangnya. Produksi jamur shiitake secara massal pertama kali dilakukan di Jepang pada tahun 1940-an.
Menurut sejarah Cina, jamur ling zhi ditemukan oleh seorang petani bernama Seng Nong, yang dijuluki sebagai petani suci (holy farmer) . Seng Nong menyatakan, kriteria unggul dari sebuah tanaman obat, yaitu tidak menimbulkan efek samping meski dikonsumsi dalam jangka panjang. Pada zaman Dinasti Shu atau sekitar 2.400 tahun lalu, ling zhi hanya dikonsumsi untuk pengobatan para raja dan bangsawan di negeri Cina. Pada masa itu, populasi jamur ling zhi masih langka. Kaisar Shih Huang Ti, pendiri Tembok Besar Cina, juga menggunakan jamur ling zhi sebagaiobat untuk hidup abadi. Sejak 1971 seorang peneliti dari Universitas Kyoto, Yukio Naoi, mulai membudidayakan ling zhi . Melalui eksperimennya, ia berhasil menemukan cara budi daya ling zhi menggunakan limbah pertanian dan kayu-kayu lapuk.
Awalnya pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap jamur konsumsi hanya mengandalkan ketersediaan alami. Dengan cara seperti itu, jumlah jamur yang diperoleh sangat terbatas dan hanya tersedia pada musim tertentu. Di negara tropis seperti Indonesia, jamur hanya tumbuh secara alami pada musim hujan. Inisiatif untuk membudidayakan jamur konsumsi muncul saat masyarakat menyadari kebutuhan terhadap jamur semakin meningkat, tetapi persediaan di alam semakin terbatas.Jamur merang sebagai salah satu jamur konsumsi mulai dibudidayakan di Indonesia pada tahun 1955. Jamur champignon baru mulai dibudidayakan secara komersial di Indonesia sekitar tahun 1970. Kegiatan ini dilakukan oleh PT Mantrust yang membuka perkebunan jamur di dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah. Awalnya bibit jamur diimpor dari Amerika Serikat, Jepang, Korea, dan Taiwan.
Pada saat itu, hampir sebagian besar hasil budi daya diekspor ke luar negeri dalam bentuk kalengan. Setelah jamur champignon, baru kemudian tahun 1990 jamur kuping dan jamur shiitake ramai dibudidayakan sebagai komoditas bernilai jual tinggi.Di Indonesia, budi daya jamur tiram mulai dirintis dan diperkenalkan kepada para petani tahun 1988, khususnya pada petani di Cisarua, Jawa Barat. Pada waktu itu petani dan pengusaha jamur tiram masih sangat sedikit. Sekitar tahun 1995, petani bunga, peternak ayam, dan peternak sapi mulai beralih menjadi petani jamur tiram meski masih dalam skala rumah tangga. Dalam perkembangannya, beberapa industri skala rumah tangga bergabung hingga terbentuk CV dan memiliki badan hukum. Indonesia sendiri termasuk salah satu negara yang dikenal sebagai “gudang jamur” di dunia.
Dari sekian banyak jenis jamur pangan, jamur merang salah satu yang paling banyak dibudidayakan petani. Alasannya, karena lebih mudah dibudidayakan dan siklus hidupnya lebih pendek, yakni hanya satu bulan. Menurut data Masyarakat Agribisnis Jamur Indonesia (MAJI) bahwa produksi jamur merang mendominasi 55—60% dari total produksi jamur nasional. Jamur tersebut banyak dibudidayakan di sentra penanaman padi seperti di Karawang, Jawa Barat, karena jamur ini menggunakan merang sisa panen padi sebagai media tanamnya.Tahun 1980-an, produksi jamur merang di kawasan Bekasi dan Karawang telah berkembang dengan cukup baik. Sayangnya, saat itu sistem produksi dan pemasarannya belum dikembangkan dengan baik sehingga pada tahun 1990-an produksinya sempat merosot.
Jamur juga dikonsumsi untuk pengobatan herbal bagi para raja dan bangsawan di negeri Cina pada masa Dinasti Shu atau sekitar 2.400 tahun lalu. Jamur yang digunakan saat itu adalah jamur ling zhi. Selain jamur ling zhi, jamur kuping juga sudah dimanfaatkan sebagai bahan obat herbal.Beberapa bangsa di dunia seperti Yunani, Rusia, dan Meksiko percaya bahwa mengonsumsi jamur dapat memberikan kekuatan super. Jamur yang mereka konsumsi umumnya diperoleh dari kayu-kayu lapuk saat pergantian musim.
Masyarakat Cina sejak 200—300 tahun lalu merupakan pelopor budi daya jamur konsumsi dan jamur yang berkhasiat obat. Budi daya jamur kemudian berkembang ke Korea, Myanmar, Jepang, Taiwan, Vietnam, Indonesia, dan Malaysia. Budi daya jamur merang di Cina sudah dimulai sebelum abad ke-18. Jamur merang diintroduksi ke Filipina, Malaysia, dan negara Asia Tenggara lainnya oleh pedagang Cina sekitar tahun 1932—1935.Perancis menjadi pelopor budi daya jamur kancing (champignon) pada awal abad ke-20 dengan menggunakan teknologi mutakhir, disusul Cina, Taiwan, Vietnam, dan Filipina. Pada saat itu budi daya jamur tiram sudah populer di Cina, meskipun produk yang dihasilkan belum dalam jumlah besar. Budi daya jamur tiram juga berkembang di Jepang, Filipina, Taiwan, Malaysia, dan Singapura.
Jamur shiitake merupakan jenis jamur yang sangat populer di Cina. Jamur ini mulai dibudidayakan sejak zaman Dinasti Ming (1368—1664 SM). Pada masa itu, jamur tersebut dipercaya sebagai makanan yang dapat menurunkan kadar gula darah dan kolesterol, serta menghambat pertumbuhan sel kanker.Itulah sebabnya shiitake banyak diolah menjadi pil, kapsul, dan serbuk. Bagian shiitake yang dianggap paling berkhasiat adalah tudung dan pangkal batangnya. Produksi jamur shiitake secara massal pertama kali dilakukan di Jepang pada tahun 1940-an.
Menurut sejarah Cina, jamur ling zhi ditemukan oleh seorang petani bernama Seng Nong, yang dijuluki sebagai petani suci (holy farmer) . Seng Nong menyatakan, kriteria unggul dari sebuah tanaman obat, yaitu tidak menimbulkan efek samping meski dikonsumsi dalam jangka panjang. Pada zaman Dinasti Shu atau sekitar 2.400 tahun lalu, ling zhi hanya dikonsumsi untuk pengobatan para raja dan bangsawan di negeri Cina. Pada masa itu, populasi jamur ling zhi masih langka. Kaisar Shih Huang Ti, pendiri Tembok Besar Cina, juga menggunakan jamur ling zhi sebagaiobat untuk hidup abadi. Sejak 1971 seorang peneliti dari Universitas Kyoto, Yukio Naoi, mulai membudidayakan ling zhi . Melalui eksperimennya, ia berhasil menemukan cara budi daya ling zhi menggunakan limbah pertanian dan kayu-kayu lapuk.
Awalnya pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap jamur konsumsi hanya mengandalkan ketersediaan alami. Dengan cara seperti itu, jumlah jamur yang diperoleh sangat terbatas dan hanya tersedia pada musim tertentu. Di negara tropis seperti Indonesia, jamur hanya tumbuh secara alami pada musim hujan. Inisiatif untuk membudidayakan jamur konsumsi muncul saat masyarakat menyadari kebutuhan terhadap jamur semakin meningkat, tetapi persediaan di alam semakin terbatas.Jamur merang sebagai salah satu jamur konsumsi mulai dibudidayakan di Indonesia pada tahun 1955. Jamur champignon baru mulai dibudidayakan secara komersial di Indonesia sekitar tahun 1970. Kegiatan ini dilakukan oleh PT Mantrust yang membuka perkebunan jamur di dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah. Awalnya bibit jamur diimpor dari Amerika Serikat, Jepang, Korea, dan Taiwan.
Pada saat itu, hampir sebagian besar hasil budi daya diekspor ke luar negeri dalam bentuk kalengan. Setelah jamur champignon, baru kemudian tahun 1990 jamur kuping dan jamur shiitake ramai dibudidayakan sebagai komoditas bernilai jual tinggi.Di Indonesia, budi daya jamur tiram mulai dirintis dan diperkenalkan kepada para petani tahun 1988, khususnya pada petani di Cisarua, Jawa Barat. Pada waktu itu petani dan pengusaha jamur tiram masih sangat sedikit. Sekitar tahun 1995, petani bunga, peternak ayam, dan peternak sapi mulai beralih menjadi petani jamur tiram meski masih dalam skala rumah tangga. Dalam perkembangannya, beberapa industri skala rumah tangga bergabung hingga terbentuk CV dan memiliki badan hukum. Indonesia sendiri termasuk salah satu negara yang dikenal sebagai “gudang jamur” di dunia.
Dari sekian banyak jenis jamur pangan, jamur merang salah satu yang paling banyak dibudidayakan petani. Alasannya, karena lebih mudah dibudidayakan dan siklus hidupnya lebih pendek, yakni hanya satu bulan. Menurut data Masyarakat Agribisnis Jamur Indonesia (MAJI) bahwa produksi jamur merang mendominasi 55—60% dari total produksi jamur nasional. Jamur tersebut banyak dibudidayakan di sentra penanaman padi seperti di Karawang, Jawa Barat, karena jamur ini menggunakan merang sisa panen padi sebagai media tanamnya.Tahun 1980-an, produksi jamur merang di kawasan Bekasi dan Karawang telah berkembang dengan cukup baik. Sayangnya, saat itu sistem produksi dan pemasarannya belum dikembangkan dengan baik sehingga pada tahun 1990-an produksinya sempat merosot.
2.Kandungan nutrisi dari jamur yang dapat membantu mencegah penyakit, antara lain:
Vitamin B.
Asam folat sebagai salah satu jenis vitamin B di dalam jamur ini dapat memengaruhi serta memperbaiki proses sintesa DNA, sehingga mampu mencegah mutasi gen penyebab kanker. Sementara, kandungan kolin dalam jamur dapat membantu memperbaiki gangguan tidur, gerakan otot, serta kemampuan belajar dan daya ingat. Nutrisi ini juga dapat membantu penyerapan lemak dan mengurangi peradangan kronis pada tubuh.
Vitamin C.
Bersama dengan serat dan kalium, kandungan vitamin C mampu menjaga kondisi kesehatan jantung dan pembuluh darah jantung. Ini terjadi karena senyawa ini menjaga tekanan darah seluruh tubuh termasuk jantung. Tekanan darah yang baik ikut menyehatkan jantung.
Vitamin D.
Jamur mengandung vitamin D yang memiliki andil dalam pengaturan siklus pertumbuhan sel, sehingga dapat mencegah pertumbuhan sel kanker.
Selenium.
Jamur mengandung salah satu jenis mineral yaitu selenium. Mineral ini dapat memengaruhi fungsi enzim hati dan membantu detoksifikasi zat-zat yang dapat menyebabkan kanker. Selenium juga dapat mencegah peradangan, sekaligus menurunkan tingkat pertumbuhan tumor. Dan lagi, selenium dapat meningkatkan imunitas tubuh terhadap infeksi.
Serat pangan.
Kandungan serat tinggi pada jamur dapat membantu menekan tingkat gula darah, lipid, serta tingkat insulin pada penderita diabetes. Serat pangan juga dapat bermanfaat dalam sistem pencernaan, yang mampu mengurangi nafsu makan sekaligus membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.
Sumber vitamin D
Sama seperti tubuh manusia, jamur juga akan memproduksi vitamin D ketika terkena sinar matahari. Bahkan ketika mengonsumsi ekstrak jamur kancing maka Anda akan mendapatkan nutrisi vitamin D2 dan D3.
Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Jamur dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda dengan cara meningkatkan produksi protein dan antivirus yang bermanfaat untuk melindungi sel tubuh dan memperbaiki jaringan tubuh. Jamur juga mampu meningkatkan kesehatan sel dendritik yang ada di dalam sumsum tulang Anda untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dari invasi mikroba.
Sumber antioksidan
Jamur merupakan sumber antioksidan yang baik. Zat antioksidan seperti selenium bermanfaat untuk melindungi sel-sel tubuh dari gangguan kesehatan yang mampu menyebabkan penyakit kronis.
Mengontrol berat badan
Jika Anda ingin menurunkan berat badan, Anda dapat mencoba mengganti konsumsi daging dengan jamur. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa dengan mengonsumsi jamur maka dapat menunjukkan perbaikan dalam komposisi tubuh seperti pengurangan lingkar pinggang dan penurunan berat badan.
Melawan kanker
Jamur adalah makanan alami yang mampu melawan kanker. Mengonsumsi jamur secara teratur dapat menurunkan resiko terkena kanker payudara. Selain itu jamur shitake juga dikenal mampu menghambat pertumbuhan tumor.
Itulah beberapa manfaat penting jamur untuk kesehatan tubuh Anda. Namun jamur juga membutuhkan kecermatan dalam pemilihan dan pengolahannya. Oleh karena itu sebelum mengonsumsinya, sebaiknya Anda perlu berhati-hati.
Sama seperti tubuh manusia, jamur juga akan memproduksi vitamin D ketika terkena sinar matahari. Bahkan ketika mengonsumsi ekstrak jamur kancing maka Anda akan mendapatkan nutrisi vitamin D2 dan D3.
Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Jamur dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda dengan cara meningkatkan produksi protein dan antivirus yang bermanfaat untuk melindungi sel tubuh dan memperbaiki jaringan tubuh. Jamur juga mampu meningkatkan kesehatan sel dendritik yang ada di dalam sumsum tulang Anda untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dari invasi mikroba.
Sumber antioksidan
Jamur merupakan sumber antioksidan yang baik. Zat antioksidan seperti selenium bermanfaat untuk melindungi sel-sel tubuh dari gangguan kesehatan yang mampu menyebabkan penyakit kronis.
Mengontrol berat badan
Jika Anda ingin menurunkan berat badan, Anda dapat mencoba mengganti konsumsi daging dengan jamur. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa dengan mengonsumsi jamur maka dapat menunjukkan perbaikan dalam komposisi tubuh seperti pengurangan lingkar pinggang dan penurunan berat badan.
Melawan kanker
Jamur adalah makanan alami yang mampu melawan kanker. Mengonsumsi jamur secara teratur dapat menurunkan resiko terkena kanker payudara. Selain itu jamur shitake juga dikenal mampu menghambat pertumbuhan tumor.
Itulah beberapa manfaat penting jamur untuk kesehatan tubuh Anda. Namun jamur juga membutuhkan kecermatan dalam pemilihan dan pengolahannya. Oleh karena itu sebelum mengonsumsinya, sebaiknya Anda perlu berhati-hati.
4.Karakteristik Jamur :
Tubuh buah jamur tiram memiliki tangkai yang tumbuh menyamping (bahasa Latin: pleurotus) dan bentuknya seperti tiram (ostreatus) sehingga jamur tiram mempunyai nama binomial Pleurotus ostreatus. Bagian tudung dari jamur tersebut berubah warna dari hitam, abu-abu, coklat, hingga putih, dengan permukaan yang hampir licin, diameter 5–20 cm yang bertepi tudung mulus sedikit berlekuk. Selain itu, jamur tiram juga memiliki spora berbentuk batang berukuran 8-11×3-4μm serta miselia berwarna putih yang bisa tumbuh dengan cepat.
Di alam bebas, jamur tiram bisa dijumpai hampir sepanjang tahun di hutan pegunungan daerah yang sejuk. Tubuh buah terlihat saling bertumpuk di permukaan batang pohon yang sudah melapuk atau pokok batang pohon yang sudah ditebang karena jamur tiram adalah salah satu jenis jamur kayu. Untuk itu, saat ingin membudidayakan jamur ini, substrat yang dibuat harus memperhatikan habitat alaminya. Media yang umum dipakai untuk membiakkan jamur tiram adalah serbuk gergaji kayu yang merupakan limbah dari penggergajian kayu.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar